Sejarah

Pertanyaan

apa yang di maksud dengan keutuhan kebudayaan

2 Jawaban



  • Latar belakang sebab-sebab timbulnya primordialisme antara lain:
    a.    Adanya sesuatu yang dianggap istimewa pada ras, suku bangsa, daerah asal, dan agama
    b.    Ingin mempertahankan keutuhan kelompok atau komunitasnya dari ancaman luar. Kelompok yang dimaksud dapat kelompok ras, etnik daerah asal, dan agama
    c.    Adanya nilai-nilai yang dijunjung tinggi karena berkaitan dengan sistem keyakinan, misalnya nilai keagamaan dan falsafah hidup di dalamnya.

    Primordialisme merupakan faktor penting untuk memperkuat ikatan kelompok kebudayaan yang bersangkutan ketika ada ancaman dari luar kelompok kebudayaan tersebut. Namun, di sisi lain primordialisme dipandang sangat negatif karena mengganggu kelangsungan hidup suatu bangsa. Primordialisme sering dianggap bersifat primitif, regresif, dan merusak. Bahkan, primordialisme akan menghambat modernisasi, proses pembangunan dan merusak integrasi nasional. akibat kuatnya primordialisme akan dapat memicu potensi konflik antara kebudayaan suku-suku bangsa yang ada. Dengan demikian, primordialisme dapat berdampak negatif. Dampak negatif primordialisme antara lain:
    a.    Menghambat hubungan antarbangsa
    b.    Menghambat proses asimilasi dan integrasi
    c.    Mengurangi bahkan menghilangkan objektivitas ilmu pengetahuan
    d.    Penyebab terjadinya diskriminasi
    e.    Merupakan kekuatan terpendam terjadinya konflik antara kebudayaan suku-suku bangsa.

    Selain berdampak negatif, primordialisme juga berdampak positif. Berikut dampak positif tersebut:
    a.    Meneguhkan cinta tanah air
    b.    Mempertinggi kesetiaan terhadap bangsa
    c.    Mempertinggi semangat patriotisme
    d.    Menjaga keutuhan dan kestabilan budaya.
  • Satu daripada perinsip ketamadunan sesuatu bangsa dan negara ialah wujudnya keutuhan budaya dan ketinggian moral sebagai identiti negara tersebut. Dalam rangka meningkatkan kemajuan negara Malaysia, kepelbagaian budaya dan agama perlu dipertahankan berasaskan sistem nilai dan akhlak yang kukuh, murni dan luhur. Penghayatan nilai-nilai akhlak yang mutlak dan tinggi akan menjamin kesejahteraan, keharmonian dan keamanan dalam masyarakat majmuk. Ia juga akan menjadikan bangsa itu terhormat dan disegani. Ini bertepatan dengan firman Allah SWT dalam surah al-Mukminin: 1-2. Maksudnya:
    “Sesungguhnya berjayalah orang-orang yang beriman. Iaitu mereka yang khusyu’ dalam sembahyangnya”.


    Dengan demikian kemajuan ekonomi dan teknologi Malaysia akan berjalan selari dengan keluhuran budaya dan ketinggian akhlak masyarakat berbilang kaum. Namun, gejala keruntuhan akhlak, kelemahan budaya integriti dan budaya ilmu dalam masyarakat Malaysia semasa, merupakan suatu cabaran besar kepada pelaksanaan pendekatan Islam Hadhari.


    Dari perspektif tamadun dan agama Islam, kemajuan ekonomi dan ilmu sesuatu bangsa harus dijiwai oleh budaya moral dan etika yang luhur. Matlamat ini tidak akan dapat dicapai selagi kemajuan kebendaan diasingkan daripada nilai-nilai moral, etika dan kerohanian yang luhur. Sejarah telah membuktikan bahawa tamadun dan Empayar Romawi yang begitu hebat telah runtuh dan ditelan zaman akibat daripada kepincangan moral yang parah dalam masyarakat dan negara. Aspek kesenian dalam memperkasakan budaya harus seiring dengan nilai-nilai murni yang berasaskan keluhuran dan kreativiti yang menyumbang ke arah kebudayaan tinggi .

Pertanyaan Lainnya