Ekonomi

Pertanyaan

mana yang lebih akurat antara pendapatan perkapita dan koefisien gini Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu negara Berikan alasannya

1 Jawaban

  • [ans]


    Keakuratan pendapatan per kapita dibandingkan dengan koefisien gini untuk menentukan tingkat kemakmuran suatu negara.


    Diantara pendapatan per kapita dan koefisien gini, yang lebih akurat untuk menentukan tingkat kemakmuran suatu negara adalah koefisien gini.

    [tex] \rule{5cm}{0.5pt} [/tex]

    Penjelasan:

    Pendapatan per kapita adalah jumlah pendapatan domestik bruto suatu negara dibagi dengan jumlah populasi negara tersebut, pendapatan per kapita menunjukkan kontribusi atau 'penghasilan' seorang individu bagi PDB total negara tersebut.


    Suatu negara bisa memiliki pendapatan per kapita yang besar, pendapatan per kapita suatu negara bisa saja 50.000 US$, tapi nyatanya tidak semua orang berpenghasilan sebesar itu, hal ini terjadi karena adanya ketidakmerataan distribusi pendapatan.


    Adanya keditakmerataan pendapatan atau income inequality berarti ada individu yang berpenghasilan besar dan ada yang berpenghasilan kecil.


    Koefisien atau indeks gini menunjukkan besarnya ketidakmerataan ini, semakin kecil nilai indeks gini makin rata pendapatan negara tersebut. Nilai koefisien gini 0.0 (0%) menunjukkan pemerataan pendapatan sempurna, sementara koefisien gini 1.0 (100%) menunjukkan ketidakmerataan maksimal.

    [tex] \rule{5cm}{0.5pt} [/tex]

    Kesimpulan:

    Pendapatan per kapita kadang menyesatkan, jumlah penghasilan per kapita besar tetapi koefisien gini yang besar juga akan menyebabkan sebagian besar rakyat suatu negara melarat dan terjerat kemiskinan.


    Contoh nyata pendapatan per kapita yang menyesatkan adalah Brazil dan Afrika Selatan; pendapatan per kapita mereka masing-masing adalah ~10.200 dan ~6.300 US$, tapi indeks gini mereka 51.3 dan 63.1 secara berturut-turut, karena ketidakmerataan ini lebih dari 25% warga di kedua negara tersebut hidup di bawah garis kemiskinan.


    Walau pendapatan per kapita tinggi, suatu negara tentu tidak bisa dikatakan makmur jika lebih dari 25% warganya hidup dalam kemiskinan.


    Kelas: 11/2 SMA

    Kategori: Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi

    Mapel: Ekonomi, 12

    Kode kategorisasi: 11.12.2


    Pertanyaan relevan: brainly.co.id/tugas/11426896


    #optitimcompetition

Pertanyaan Lainnya